Kamis, 23 Januari 2020

Berbagai Sistem Yang Diaplikasikan di Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma (UG) atau biasa disebut Gunadarma, adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Kampus utamanya berada di Kota Depok, Jawa Barat.

Didalam Universitas Gunadarma ada beberapa sistem yang membutuhkan data data agar sistem tersebut berjalan sesuai skema yang dibuat, terdiri dari sistem :


1. PSA https://psa.gunadarma.ac.id/ Sistem Pengisiann KRS, kegiatan ini biasanya dilakukan setiap pergantian semester untuk mendapatkan Kartu Rencana Studi maka data yang diperlukan adalah

File FRS yang sudah didownload di baak.gunadarma.ac.id

Blanko pembayaran yang diambil di semester tersebut

NPM Mahasiswa

Tanggal lahir Mahasiswa

Foto 3x4

Fakultas Mahasiswa yang diambil


2. Library Gunadarma https://library.gunadarma.ac.id/

Judul PI / Skripsi

Nama dosen pembimbing

File .pdf PI/Skripsi yang sudah diberikan tanda tangan

Melakukan registrasi dari link di atas dengan mengisikan NPM

melakukan penguplod PENULISAN


3. LABSI (Laboratorium Sistem Informasi) ONLINE http://virtual.pslabsi.org/

Formulir yang sudah di download di website Labsi

NPM Mahasiswa

Nama Mahasiswa

Mata kuliah yang di ujikan

Tanggal ujian online


4. LEPKOM https://vm.lepkom.gunadarma.ac.id/

NPM Mahasiswa

Nama Mahasiswa

Kelas Mahasiswa

Jurusan Mahasiswa


5. WORKSHOP https://lepkom.gunadarma.ac.id/index.php?stateid=biaya

NPM Mahasiswa

Nama Mahasiswa

Kelas Mahasiswa

Workshop yang di inginkan

Tanggal Workshop

Blanko pembayaran

Senin, 25 November 2019

Mengenal Peran Seorang Sistem Analis

Dalam suatu bidang IT, teknologi, dan khususnya dibidang komputer, kita pasti mengenal dengan yang namanya sistem analis. Jika kita mengambil Program studi tersebut, kita akan menemukan beberapa profesi yang sangat berperan dibidang IT itu sendiri, yakni Programmer, Sistem Analis, Operator, Web Designer, Web Programmer.

SYSTEM ANALYST

Bayangkan jika disuatu hal atau apapun itu kalian mendapatkan masalah, jika dibiarkan begitu saja maka akan berakibat fatal, tetapi jika diselesaikan sesuai dengan tahapan solusi yang ada maka masalah tersebut akan terselesaikan dengan mudah. Jadi, sistem analis ini memiliki suatu individu kunci dalam proses pengembangan sistem. Sistem analis mempelajari masalah dan kebutuhan dari organisasi ataupun perusahaan bagaimana data, informasi, manusia, komunikasi, dan teknologi informasi dapat meningkatkan pencapaian bisnis. Didalam suatu proses analisa dan perancangan sistem informasi inilah yang dilakukan oleh sistem analisis, merekalah yang bertanggung jawab atas itu semua. Jadi, Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem.

Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain).
Analisa memiliki arti untuk memahami organisasi, keahlian dalam memecahkan masalah, serta pemahaman sistem.
teknis memiliki arti memahami potensi dan limitasi dari suatu teknologi.
manajerial memiliki arti kemampuan untuk mengatur proyek, sumber daya resiko dan perubahan.
interpersonal memiliki arti berkomunikasi dengan orang lain.

Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi.

Sistem analis itu sendiri memiliki beberapa fungsi didalamnya. Maka dari itu fungsinya itu mengidentifikasikan masalah-masalah dari pemakai / user. Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user, sehingga dapat mencapai bisnis yang telah dirundingkan dalam organisasi ataupun perusahaan. Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah. Merencanakan  dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user.

Adapun beberapa tugas sistem analis antara lain:
Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan sistem yang akan di gunakan.
Berinteraksi dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak.
Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya.
Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu para penguji.
Mengimplementasikan sistem baru/sistem usulan yang akan digunakan perusahaan.
Menyiapkan dokumentasi berkualitas.

Tanggung Jawab

Didalam suatu profesi , pasti ada yang namanya tanggung jawab, dan tentunya tanggung jawab harus dijalankan . Tanggung jawab dari seorang sistem analis meliputi :
 Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis.
 Aliran data menuju ke komputer.
 Pemrosesan dan penyimpanan data dengan komputer.
 Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya.


JOB DESCRIPTION ANALIS SISTEM


1. Mempersiapkan flow chart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.

2. Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.

3. Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.

4. Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.

5. Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.

6. Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.

7. Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.

8. Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.

9. Instal, konfigurasi, dan upgrade seluruh peralatan komputer, termasuk network card, printer, modem, mouse dan sebagainya.

10. Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.

11. Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.

12. Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.

13.  Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan.

14. Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.

15. Melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan yang ditugaskan.

Minggu, 03 November 2019

Kasus Audit SIstem Informasi

Pengertian Audit Sistem Informasi
Audit Sistem Informasi (Informatin System Audit) atau EDP Audit (Electronic Data Processing Audit) atau computer audit  adalah proses pengumpulan data dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian internal yang memadai, semua aktiva dilindungi dengan baik atau disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer (Ron Weber 1999:10).

Jenis-jenis Audit Sistem Informasi
A.    Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)
Adalah audit yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan (apakah sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta tidak menyalahi uji materialitas). Apabila sistem akuntansi organisasi yang diaudit merupakan sistem akuntansi berbasis komputer, maka dilakukan audit terhadap sistem informasi akuntansi apakah proses/mekanisme sistem dan program komputer telah sesuai, pengendalian umum sistem memadai dan data telah substantif.
B.     Audit Operasional (Operational Audit)

Audit terhadap aplikasi komputer terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:
-          Post implementation Audit (Audit setelah implementasi)
Auditor memeriksa apakah sistem-sistem aplikasi komputer yang telah diimplementasikan pada suatu organisasi/perusahaan telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya (efektif) dan telah dijalankan dengan sumber daya optimal (efisien). Auditor mengevaluasi apakah sistem aplikasi tertentu dapat terus dilanjutkan karena sudah berjalan baik dan sesuai dengan kebutuhan usernya atau perlu dimodifikasi dan bahkan perlu dihentikan.
-          Concurrent audit (audit secara bersama)
Auditor menjadi anggota dalam tim pengembangan sistem (system development team). Mereka membantu tim untuk meningkatkan kualitas pengembangan sistem yang dibangun oleh para sistem analis, designer dan programmer dan akan diimplementasikan. Dalam hal ini auditor mewakili pimpinan proyek dan manajemen sebagai quality assurance.
-          Concurrent Audits (audit secara bersama-sama)
Auditor mengevaluasi kinerja unit fngsional atau fungsi sistem informasi (pusat/instalasi komputer) apakah telah dikelola dengan baik, apakah kontrol dalam pengembangan sistem secara keseluruhan sudah dilakukan dengan baik, apakah sistem komputer telah dikelola dan dioperasikan dengan baik.
Dalam mengaudit sistem komputerisasi yang ada, audit ini dilakukan dengan mengevaluasi pengendalian umum dari sistem-sistem komputerisasi yang sudah diimplementasikan pada perusahaan tersebut secara keseluruhan. Saat melakuan pengujian-pengujian digunakan bukti untuk menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang hal-hal yang berhubungan dengan efektifitas, efisiensi, dan ekonomisnya sistem.

Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber (1999:11-13) secara garis besar terbagi menjadi lima tahap, yaitu:
A.    Pengamanan Aset
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

B.     Menjaga integritas data
Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem inforamasi. Data memeiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, keberanaran, dan keakuratan. Jika integritas data tidak terpalihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang beanr bahkan perusahaan dapat menderita kerugian

C.     Efektifitas Sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan melikiki peranan pentigndalam proses pemgambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user

D.    Efisiensi Sistem
Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.

E.     Ekonomis
Ekonomis mencerminkan kalkulasi untuk rugi ekonomi (cost/benefit) yang lebih bersifat kuantifikasi nilai moneter (uang). Efisiensi berarti sumber daya minimum untuk mencapai hasil maksimal. Sedangkan ekonomis lebih bersifat pertimbangan ekonomi.

CONTOH KASUS AUDIT SISTEM INFORMASI

Studi Kasus: Pencurian Dana dengan Kartu ATM Palsu
Jakarta (ANTARA News) – Sekitar 400 juta yen (Rp.44 miliar) deposito di enam bank di Jepang telah ditarik oleh kartu-kartu ATM palsu setelah informasi pribadi nasabah dibocorkan oleh sebuah perusahaan sejak Desember 2006, demikian harian Yomiuri Shimbun dalam edisi onlinenya, Rabu.
Bank-bank yang kini sedang disidik polisi adalah Bank Chugoku yang berbasis di Okayama, North Pasific Bank, Bank Chiba Kogyo, Bank Yachiyo, Bank Oita, dan Bank Kiyo. Polisi menduga para tersangka kriminal itu menggunakan teknik pemalsuan baru untuk membuat kartu ATM tiruan yang dipakai dalam tindak kriminal itu. Pihak Kepolisian Metropolitan Tokyo meyakini kasus pemalsuan ATM ini sebagai ulah komplotan pemalsu ATM yang besar sehingga pihaknya berencana membentuk gugus tugas penyelidikan bersama dengan satuan polisi lainnya.

Berdasarkan sumber kepolisian dan bank-bank yang dibobol, sekitar 141 juta yen tabungan para nasabah telah ditarik dari 186 nomor rekening di North Pasific Bank antara 17–23 Oktober 2007. Para nasabah bank-bank itu sempat mengeluhkan adanya penarikan-penarikan dana dari rekening mereka tanpa sepengetahuan mereka. Kejadian serupa ditemukan di bank Chugoku dan Bank Chiba. Dalam semua perkara itu, dana tunai telah ditarik dari gerai-gerai ATM di Tokyo dan Daerah Administratif Khusus Osaka, yang letaknya jauh dari tempat para pemilik rekening yang dibobol. Polisi yakin peristiwa serupa menimpa bank-bank lainnya.

Uniknya, tidak satu pun dari para pemilik rekening itu kehilangan kartu ATM-nya. Dalam kasus Bank Oita misalnya, salah satu kartu ATM telah digunakan untuk menarik dana meskipun pemilik rekening tidak memiliki kartu ATM. Para pemilik rekening juga diketahui tinggal di tempat yang berbeda-beda dan tidak menggunakan kartu-kartu ATM yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa teknik “skimming” atau “pembacaan sepintas” tidak digunakan untuk mengakses informasi dalam ATM.
Sampai berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki teknik dan metode yang pelaku gunakan dalam melakukan serangkaian pembobolan ATM tersebut. Namun, polisi telah berhasil menemukan satu benang merah, yaitu dimana sebagian besar pemilik rekening yang dibobol itu adalah anggota satu program yang dijalankan olah sebuah perusahaan penjual produk makanan kesehatan yang berbasis di Tokyo.

Analisa Kasus:
Dari rangkuman berita diatas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain :
·   Pembobolan dana rekening tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh orang dalam perusahaan atau orang dalam perbankan dan dilakukan lebih dari satu orang.
·  Karena tidak semua pemilik rekening memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut, ada kemungkinan pembocoran informasi itu tidak dilakukan oleh satu perusahaan saja, mengingat jumlah dana yang dibobol sangat besar.
·      Modusnya mungkin penipuan berkedok program yang menawarkan keanggotaan. Korban, yang tergoda mendaftar menjadi anggota, secara tidak sadar mungkin telah mencantumkan informasi-informasi yang seharusnya bersifat rahasia.
·      Pelaku kemungkinan memanfaatkan kelemahan sistem keamanan kartu ATM yang hanya dilindungi oleh PIN.
·    Pelaku juga kemungkinan besar menguasai pengetahuan tentang sistem jaringan perbankan. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan teknik yang masih belum diketahui dan hampir bisa dapat dipastikan belum pernah digunakan sebelumnya.
·   Dari rangkuman berita diatas, disebutkan bahwa para pemilik yang uangnya hilang telah melakukan keluhan sebelumnya terhadap pihak bank. Hal ini dapat diartikan bahwa lamanya bank dalam merespon keluhan-keluhan tersebut juga dapat menjadi salah satu sebab mengapa kasus ini menjadi begitu besar.
Dari segi sistem keamanan kartu ATM itu sendiri, terdapat 2 kelemahan, yaitu:
1.      Kelemahan pada mekanisme pengamanan fisik kartu ATM.
 Kartu ATM yang banyak digunakan selama ini adalah model kartu ATM berbasis pita magnet. Kelemahan utama kartu jenis ini terdapat pada pita magnetnya. Kartu jenis ini sangat mudah terbaca pada perangkat pembaca pita magnet (skimmer).
2.      Kelemahan pada mekanisme pengamanan data di dalam sistem.
 Sistem pengamanan pada kartu ATM yang banyak digunakan saat ini adalah dengan penggunaan PIN (Personal Identification Number) dan telah dilengkapi dengan prosedur yang membatasi kesalahan dalam memasukkan PIN sebanyak 3 kali yang dimaksudkan untuk menghindari brute force. Meskipun dapat dikatakan cukup aman dari brute force, mekanisme pengaman ini akan tidak berfungsi jika pelaku telah mengetahui PIN korbannya.

Saran:
·    Melakukan perbaikan atau perubahan sistem keamanan untuk kartu ATM. Dengan penggunaan kartu ATM berbasis chip misalnya, yang dirasa lebih aman dari skimming. Atau dengan penggunaan sistem keamanan lainnya yang tidak bersifat PIN, seperti pengamanan dengan sidik jari, scan retina, atau dengan penerapan tanda tangan digital misalnya.

·     Karena pembobolan ini sebagiannya juga disebabkan oleh kelengahan pemilik rekening, ada baiknya jika setiap bank yang mengeluarkan kartu ATM memberikan edukasi kepada para nasabahnya tentang tata cara penggunaan kartu ATM dan bagaimana cara untuk menjaga keamanannya.

Daftar Pustaka
http://www.kajianpustaka.com/2014/02/audit-sistem-informasi.html
http://iwanasmadi.blogspot.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Audit_teknologi_informasi

Selasa, 15 Oktober 2019

Audit Teknologi Informasi

Audit Teknologi Informasi adalah sebuah kontrol manajemen dalam sebuah teknologi informasi (TI) yang digunakan untuk menjaga data, integritas data dan beroperasi secara efektif untuk mencapai sebuah tujuan dalam sebuah manajemen organisasi. Audit TI pada umumnya disebut sebagai “Pengolahan Data Otomatis (ADP) Audit”.

TUJUAN
Tujuan Audit Teknologi Informasi adalah untuk mengevaluasi desain pengendalian internal sistem dan efektivitas. Tidak terbatas pada pada efisiensi dan keamanan protokol, proses pengembangan, dan tata kelola TI. Instalasi kontrol sangat diperlukan, tetapi perlu adanya keamanan protokol yang memadai agar tidak ada pelanggaran keamanan. Dalam lingkungan Sistem Informasi (SI), audit adalah pemeriksaan sistem informasi, input, output, dan pengolahan.

Fungsi utama audit TI ini adalah mengevaluasi sistem untuk menjaga keamanan data organisasi. Audit TI bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai resiko untuk menjaga aset berharga dan menetapkan metode untuk meminimalkan resiko tersebut.

SEJARAH IT AUDIT
Konsep audit IT dibentuk pada pertengahan 1960-an. Pada saatu itu, audit IT telah mengalami banyak perubahan dan penggabungan dari teknologi yang lainnya. Saat ini, opini tentang audit IT terus meningkat, karena peran audit IT yang sangat besar. Salah satunya mengaudit sistem penting untuk mendukung audit keuangan atau mendukung peraturan khusus, semisal SOX.

JENIS AUDIT TI
Menurut Goodman and Lawles, ada tiga pendekatan yang sistematis untuk melakukan audit TI, yaitu :
Teknologi proses inovasi audit, menentukan sebuah resiko dalam membangun proyek-proyek baik baru maupun lama. Audit akan menilai seberapa besar pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk dan menilai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
Perbandingan Audit inovatif, Kemampuan analisis tentang inovatis perusahaan yang di-audit, dibandingkan dengan pesaingnya. Hal ini melakukan pemeriksaan pada fasilitas penelitian dan pengembangan perusahaan.
Audit teknologi posisi, audit ini melakukan pemeriksaan tentang teknologi bisnis yang perlu dibenahi.

Pada umumnya audit TI terdiri dari lima spektrum, yaitu :
Sistem dan Aplikasi, untuk memverifikasi bahwa sistem dan aplikasi yang tepat dan cepat untuk untuk memastikan data valid, terpercaya dan aman dalam meng-input lalu output. Audit pada jenis ini membantu fokus auditor keuangan.
 
Informasi dan Fasilitas Pengolahan, memverifikasi fasilitas pengolahan untuk memastikan pengolahan yang tepat dan cepat dalam kondisi normal berpotensi tertekan. 

Pengembangan Sistem, untuk memverifikasi bahwa sistem dalam keadaan sedang dikembangkan untuk memenuhi tujuan organisasi dan memenuhi syarat perkembangan sistem. 

Manajemen TI dan Enterprise Architecture, untuk memverifikasi sistem dalam keadaan telah berkembang dan dalam lingkungan yang terkendali dan efisien untuk pengolahan informasi. 

Client / Server, Telekomunikasi, Intranet, dan Ekstranet, memverifikasi telekomunikasi antara klien dan server telah terhubungkan.

PROSES IT AUDIT
Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan Audit Teknologi Informasi.
Melakukan perencanaan audit
Mempelajari aset-aset teknologi informasi yang ada di organisasi dan Mengevaluasi Kontrol
Melakukan pengujian dan evaluasi kontrol
Melakukan pelaporan
Mengikuti perkembangan evaluasi pelaporan
Membuat Dokumen Laporan

PERSONALISASI AUDIT
The CISM dan CAP Kredensial adalah dua kredensial keamanan audit terbaru yang ditawarkan oleh ISACA dan ISC.

Sertifikat Professional
Certified Information Systems Auditor (CISA)
Certified Internal Auditor (CIA)
Certified in Risk and Information Systems Control (CRISC)
Certification and Accreditation Professional (CAP)
Certified Computer Professional (CCP)
Certified Information Privacy Professional (CIPP)
Certified Information Systems Security Professional (CISSP)
Certified Information Security Manager (CISM)
Certified Public Accountant (CPA)
Certified Internal Controls Auditor (CICA)
Forensics Certified Public Accountant (FCPA)
Certified Fraud Examiner (CFE)
Certified Forensic Accountant (CrFA)
Certified Commercial Professional Accountant (CCPA)
Certified Accounts Executive (CEA)
Certified Professional Internal Auditor (CPIA)
Certified Professional Management Auditor (CPMA)
Chartered Accountant (CA)
Chartered Certified Accountant (ACCA/FCCA)
GIAC Certified System & Network Auditor (GSNA)[11]
Certified Information Technology Professional (CITP)
Certified e-Forensic Accounting Professional] (CFAP)
Certified ERP Audit Professional (CEAP)

Prinsip-prinsip Audit IT
Prinsip-prinsip audit ialah,
Ketepatan waktu, Proses dan pemrograman akan terus menerus diperiksa untuk mengurangi resiko, kesalahan dan kelemahan, tetapi masih sejalan dengan analisis kekuatan dan fungsional dengan aplikasi serupa.
Sumber Keterbukaan, Membutuhkan referensi tentang audit program yang telah dienskripsi, seperti penanganan open source.
Elaborateness, Proses Audit harus berorientasi ke standar minimum. Kebutuhan pengetahuan khusus di satu sisi untuk dapat membaca kode pemrograman tentang prosedur yang telah di enskripsi. Komitmen seseorang sebagai auditor adalah kualitas, skala dan efektivitas.
Konteks Keuangan, transparansi berkelanjutan membutuhan klarifikasi apakah perangkat lunak telah dikembangkan secara komersial dan didanai.
Referensi Ilmiah Perspektif Belajar, setiap audit harus menjelaskan temuan secara rinci. Seorang auditor berperan sebagai mentor, dan auditor dianggap sebagai bagian dari PDCA = Plan-Do-Check-Act).
Sastra-Inklusi, Seorang pembaca tidak boleh hanya mengandalkan hasil dari satu review, tetapi juga menilai menurut loop dari sistem manajemen. Maka dalam manajemen membutuhkan reviewer untuk menganalisa masalah lebih lanjut.
Pencantuman buku petunjuk dan dokumentasi, langkah selanjutnya adalah melakukan hal tersebut, baik secara manual dan dokumentasi teknis.

Rabu, 26 Juni 2019

Tugas Softskill Video Animasi


1 Menit Belajar Desain Grafis

Diatas adalah suatu contoh video animasi singkat dan sederhana yang bertema mengenai pelajaran Peng. Animasi & Desain Grafis dan Desain Grafis itu sendiri. Video yang dibuat singkat namun menarik penuh dengan elemen-elemen desain grafis, tidak bertele - tele, langsung menuju poin - poin yang ingin disampaikan serta dikemas apik sehingga pas disajikan dalam durasi yang tidak terlalu panjang. Semoga video ini bisa bermanfaat bagi teman - teman yang tertarik kedalam dunia desain grafis serta juga bisa berguna bagi Ibu & Bapak pengajar ilmu desain grafis. Atas kekurangan - kekurangan didalam video saya yang tidak sempurna ini, dengan rendah hati saya memohon maaf dan harap dimaklumi. Terima Kasih

Proudly Present,

Samuel Mahesa Satiagama Tambunan 16116806 3KA26

Tugas Softskill Langkah - Langkah Membuat Animasi

Berikut adalah suatu contoh tahapan dan langkah dalam membuat atau memproduksi suatu video animasi.

Step Uno (1)

Tentukan Tema Video

Langkah pertama yang perlu anda lakukan ketika ingin membuat suatu video animasi adalah menentukan tema tentang apa yang akan tertuang didalam video anda.




Step Dos (2)

Membuat Storyboard

Membuat storyboard atau naskah gambar bisa mempermudah anda dalam membuat suatu video animasi.



Step Tres (3)

Memilih Aplikasi Pembuat Video Yang Tepat


Diluar sana banyak sekali beredar aplikasi-aplikasi yang berfungsi untuk membuat video animasi, namun tidak semua aplikasi sama. Pemilihan aplikasi yang tepat untuk video yang ingin anda buat akan sangat berdampak pada hasil video animasi anda nanti. Pada contoh sekarang ini, saya menggunakan aplikasi pembuat video bernama PowToon.





Step Cuatro (4)

Gunakan Imajinasi & Buat Serta Edit Animasi Anda!


Setelah 3 tahap diawal sudah anda lakukan, berarti sekarang saatnya anda menuangkan apa yang ada didalam pikiran anda kedalam video anda. Disini saya menggunakan aplikasi PowToon dalam memproses video saya. DiPowToon anda bisa memasukan audio, gambar - gambar, text, animasi yang anda inginkan sebebas - bebasnya, imagination is your only limit!




Step Cinco (5)

Sudah Selesai, Saatnya Download & Upload Video Anda!


Setelah video anda selesai, anda biasanya perlu untuk mengkompres lagi atau mengunduh lagi video anda menjadi suatu hasil video yang sudah selesai. Setelah selesai anda unduh, anda bisa memilih untuk mengupload ketempat - tempat yang anda inginkan, your choice!




Sabtu, 11 Mei 2019

Tugas Softskill Storyboard Animasi

Storyboard adalah suatu sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai dengan naskah cerita. Dengan menggunakan storyboard maka pembuat cerita dapat menyampaikan ide cerita secara lebih mudah kepada orang lain.

Storyboard "Berangkat Kekampus"


(1) Suasana pagi hari di Universitas Gunadarma.



(2) Jam kampus Universitas Gunadarma menunjukan pukul 07.53 WIB.



(3) Sam memutar kontak motornya.



(4) Kontak motor Sam sudah ON.



(5) Sam segera berangkat ke kampus.



(6) Sam tiba di Universitas Gunadarma dan menyapa Babeh (Satpam).



(7) Sam menuju ke area parkir.



(8) Sam parkir dengan baik diarea yang kosong

Oleh : Samuel Mahesa Satyagama / 16116806 / 3KA26